Sabtu, 23 November 2019

Berdamai Dengan Diri Sendiri Itu Indah


Tiba-tiba aku teringat kehidupanku pada masa lalu.
Dahulu aku adalah sosok perempuan yang egois, apapun yang diinginkan harus terwujud.
Yaa aku sadar itu tidaklah baik, tapi aku merasa bahagia walaupun hanya sejenak setelah semua tercapai.
Tak mengerti mengapa keegoisan itu ada pada diriku? Yang aku ingat, dulu dalam hidupku apapun yang dikerjakan olehku selalu salah, selalu di banding-bandingkan dengan orang lain.
Hidup hanya dalam bayangan orang lain, aku seperti tidak memiliki jati diriku yang sebenarnya.
Saat itu, aku mulai menanamkan dendam, kecewa dan sakit hati kepada orang yang telah menyakitiku baik sengaja maupun tidak sengaja.
Ada rasa dalam diriku untuk membalas semua perlakuan mereka kepadaku, yang merendahkanku, yang menghinaku, yang berkata tidak sebenarnya tentang diriku. Ingin rasanya aku membalas semuanya. Menyakiti mereka supaya mereka merasakan apa yang pernah kualami.
Aku pernah menceritakan ini kepada temanku, yang dijawab dengan "tidak baik balas dendam, nanti berdosa, nanti hidup tidak tenang, lebih baik mengiklaskan"
Hatiku menolak untuk mendengar jawaban itu.
Dalam diriku berkata "aku bukan orang yang kuat hatinya, aku bukan malaikat yang bisa diam saja dengan semua perlakuan mereka kepadaku, aku tidak munafik, aku benci mereka" hanya itu yang ada dalam hatiku.
Aku berfikir juga "Apa salahnya? Aku hanya membalas apa yang mereka lakukan, sama kan? Impas kan?
Tapi kalian tidak pernah mau dibalas kan? Kalian hanya ingin menyakiti orang tetapi kalian tidak mau disakiti. Kalian juga egois, apa bedanya kalian dengan aku? Apa?? "
Semua bergejolak dalam hatiku, pikiranku.
Saat aku mencoba untuk membalas, aku yang kalian salahkan. Kalian bilang aku jahat tidak memiliki hati, semuanya kalian luapkan. Bahkan dari A sampai Z kalian ucapkan, dari orang yang tidak ikut campur menjadi ikut menghakimiku.
Tetap aku yang salahkan?
Lantas ini bukan jadi alasan untuk tidak membalasnya kan? Karena hasilnya sama saja.
Sampai aku tidak pernah bercerita dengan siapapun lagi, aku tidak sanggup dengan semua saran kalian.
T'lah lama aku melewati semuanya sendiri.
Aku berusaha untuk mencoba menurunkan emosiku, sulit memang. Tapi aku selalu mencoba, gagal lagi gagal lagi dan gagal lagi. Emosiku tak tertahankan lagi. Pikiranku hatiku benar-benar kalut, aku hancur.
Sempat terlintas dalam benakku untuk mengakhiri semuanya karena aku tak sanggup.
Tapi saat aku dalam posisi terendah dalam hidupku, kamu hadir sebagai penolongku. Yaa kamu, kamu membawa secerca harapan baru untukku. Kamu yang memintaku untuk berdamai dengan diriku sendiri dan membantu menopangku saat dalam masa-masa sulit. Saatnya perlahan aku harus bangkit dari segala keterpurukkanku.
Mencoba untuk memaafkan apapun yang mereka lakukan, mencoba untuk tidak mengambil hati dengan segala perkataan mereka. Walaupun ada saja saatnya, hatinya menjadi sakit kembali. Namun perlahan mulai menata hati, pikiran dan perkataanku kepada semua orang dan membangun diriku yang baru pada suasana yang baru juga.
Seperti terlahir kembali menjadi sosok yang tidak mementingkan semua perkataan orang, menjadi diri sendiri. Membangun diriku agar punya tujuan hidup yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan baru untuk orang lain.
Menanamkan kebaikan dengan selalu tersenyum dariku membuka mata sampai tiba malam hari saatku memejamkan mata kembali.
Yaa pada saat itu hanya ini yang bisa kulakukan, untuk mulai memperbaiki semuanya.
Terima kasih banyak untuk kamu, kamu yang mengajarkanku banyak hal, salah satunya yaa berdamai dengan diri sendiri ternyata lebih indah dan membuat hariku lebih berwarna dan masih banyak lagi pelajaran yang kamu berikan.
Tak bisa ku sebutkan semua, karena akupun masih mempelajarinya.
Ku yakin, aku bisa untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. 

Senin, 04 November 2019

Kepercayaan yang t'lah hilang




Hari ini pikiranku kalut sekali, aku tak tahu harus menerima atau tidak keputusan ini.
Perasaan sakit hati, kecewa, marah dan tidak mau menerima keputusan ini.
Tapi tetal harus aku jalani, harus aku lewati.
Meski berat namun aku harus bisa.
Seseorang yang aku anggap seperti orang yang sangat kubanggakan, ku percayakan dan tempat untuk aku menyampaikan keluh kesahku.
Ternyata ialah yang menghancurkan hatiku, ini bukan tentang cinta, tapi tentang kepercayaan yang sudah ku bangun untuknya hancur begitu saja.
Hati ini ibaratkan berlian, berlian yang bila dijatuhkan akan pecah menjadi berkeping-keping dan itu sama halnya dengan yang aku rasakan sekarang hancur dan tidak bisa dikembalikan seperti mula.
Aku benar-benar menaruh kekecewaan yang mendalam.
Mengingat semua yang t'lah kami lakukan bersama canda tawa, berpergian bersama bahkan saling menceritakan kehidupannya.
Kami saling memahami satu sama lain, bagaikan satu keluarga.
Namun dibalik kedekatan kita berdua tersimpan rahasia besar yang salah menyakitkan,
namun aku harus tetap menerima.
Aku harus mengiklaskan apapun yang terjadi sekarang, memang berat namun hidupku masih panjang dan masih banyak yang harus kulakukan.
Aku tidak akan membuang waktuku dengan sia-sia.
Aku harus bangkit dari segala kekecewaanku, kebencianku dan semuanya.
Aku harus tetap mengawali hariku dengan senyuman seperti biasanya.

Minggu, 13 Oktober 2019

Hidupku, bukan hidupmu





Hari ini aku terbangun karena matahari yang menampakkan sinarnya.
Pertanda harus mengawali hari kembali.
Seperti biasa setelah membersihkan kamarku, lanjut berbenah diri dan pergi untuk bekerja.
Setiap hari ini aku selalu melewatkan sarapan pagiku
Karena jarak antara rumah dan kantorku cukup jauh.
Maka tak ada waktu untuk menyempatkan diri untuk mencicipi sarapan pagiku.
Mungkin aku hanya minum segelas air saja saat pagi hari itu.
Sesampainya dikantor akupun hanya menambah dengan 2 gelas air dan melanjutkan untuk bekerja.
Yaa aku tahu ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan, karena sudah beberapa kali aku kerap keluar masuk rumah sakit karena sakit yang sama yaitu maag. Tetapi aku masih suka selalu bandel.
Karena menurutku jarak sarapan dengan makan siang itu berdekatan. Seperti biasa aku makan dengan porsiku yang biasanya dan aku menambah beberapa buah untuk makan siangku.
Setelah selesai, aku langsung melanjutkan pekerjaanku dengan pikiran agar pekerjaanku bisa cepat selesai.
Namun sayang, pekerjaanku memang banyak sekali, makanya aku selalu pulang larut malam sekali.
Nah biasanya ketika malam seluruh temanku mengajakku untuk makan malam diluar kantor, yaa hitung-hitung untuk refreshing, karena penat seharian menatap layar komputer saja.
Ini selalu aku lakukan hampir setiap hari.
Sampai bertemu dengan saudara atau teman yang sudah jarang berjumpa.
Yaa biasanya aku meluangkan waktu pada weekend untuk keluarga, saudara atau teman lamaku selain aku mengabiskan waktuku untuk hibernasi ya.
Tapi jujur, akupun lebih sudah menyendiri, pergi kemanapun aku lebih suka sendiri karena tidak perlu memikirkan orang mau kemana atau makan apa?
Semua bisa dilakukan sendiri sesuai selera. Yaa kan?? Tapi kan akupun harus menyediakan waktu untuk yang lainnya, walaupun aku merasa canggung.
Saat waktu itupun tiba, langsung akupun bergegas untuk segera menemui mereka.
Yaa seperti biasa, seluruh keluarga berkumpul. Dan kata pertama yang salah satu mereka ucapkan "gendut sekali ya, aduh sayang sekali masih muda, kegendutan, gak bagus, makannya jangan banyak2"
Saat itu juga aku tersentak, dalam hatiku
"Apa urusan dengan mereka, apa aku makan dari mereka? Nampaknya tidak, kenapa mereka harus mengurusi hidupku?"
Disini yang ingin sekali aku sampaikan, sangatlah tidak baik untuk membicarakan sisi negatif orang, apalagi orang yang sudah jarang kamu temui.
Karena kalian tidak tahu, apa yang mereka alami selama tidak bertemu.
Tidakkah kalian tahu? Sebagian dari mereka tidak makan banyak namun bisa besar? Ada juga yang makan banyak namun selalu kecil?
Semua tergantung pada hormon tubuh mereka masing-masing.
Menurutku ini bisa saja melukai hati mereka.
Mereka yang sudah berusaha untuk menurunkan berat badan namun sudah kalian bicara seperti itu.
Hal yang menurut kalian kecil tapi bisa berdampak besar untuk mereka.
Maka menurutku hati-hatilah untuk bertutur kata.
Hargailah orang jika ingin dihargai.
Jangan pernah membuat orang sakit hati dengan perkataanmu. Dan orang yang kamu hina akan menjadi gelisah bahkan jika terjadi terus menerus ada juga yang menjadi stress.
Bisa saja ia melakukan hal-hal yang diluar pikiran kita yang mendorong dirinya untuk bunuh diri. Makanya sekali lagi disampaikan hidup ini hanya sekali, berbuatlah baik kepada semua orang dengan tidak mengatakan hal negatif yang akan membuat mereka sakit hati.
Mau mereka jarang bersolek, badan mereka tidak ideal, berkulit hitam atau berkulit kuning, tinggi badan yang kurang, atau lainnya, itu bukanlah urusan kalian. Mereka hidup tidak sama sekali menyusahkan kalian bukan?
Apa mereka makan dari kalian? Tidak kan?
Maka kalian harus lebih hati-hati.
Bersikaplah baik kepada sesama supaya hidup kalian lebih berarti.
x

Senin, 16 September 2019

Persahabatan Itu Indah





Saat ini aku teringat pelukan hangatmu
Pelukan yang selalu membuatku tenang
Membuat semua beban yang kutanggung hilang
Hilang hanya dengan melihat senyummu
Aku sangat merindukan pelukanmu
Pelukan yang meneduhkan hati dan perlahanpun akan hilang begitu saja
Saat ini aku sudah tidak bisa,
Memelukmu
Bersendau gurau
Bahkan hanya bercengkraman saja
Itu tidak bisa
Ini membuat bebanku lebih berat
Rasanya aku tak mampu melewatinya sendiri
Tetapi saat aku bercermin, aku sadar
Bahwa semua tidak bisa aku lewati dengan bersedih
Aku harus bangkit
Bangkit dari segala kesedihanku
Jika memang takdir kita tidak bersama
Mungkin ini adalah jalan yang terbaik
Aku tidak bisa memaksakan ke hendakNya
Aku yakin
Aku bisa
Karena tanpamu dulu, aku bisa
Bisa melewati semuanya
Mungkin kemarin aku mampu saat bersamamu
Namun sekarang,
Aku HARUS mampu mengatasinya sendiri
Inilah jalan hidup kita
Walaupun takdir berkata lain
Tetapi aku tidak bisa membohongi perasaanku
Sulit rasanya untuk melepaskan ingatan akan pelukan hangat itu
Tapi aku berjanji,
Aku akan mengubah itu, menjadi pelukan bahagia
Bahagia saat bersamamu, Sahabat
Maaf, aku pernah menjadi beban dalam pikiranmu
Maaf, aku selalu membuatmu kesusahan
Maaf, selalu mengambil semua waktumu
Maaf, aku pernah membencimu karena kita tidak bisa bersama seperti dulu
Maaf, jika aku pernah terobsesi memilikimu,
Karena aku tau, hanya kamu
Hanya kamu yang bisa membuat segala duka menjadi kebahagiaan
Aku sadar kita berpisah bukan untuk memisahkan semuanya
Jika memang cinta kita tidak bisa bersatu
Tetapi aku yakin persahabatan kita akan terus menyatu


Selasa, 09 Desember 2014

T'lah hilang


Kembali? Sulit

        Dahulu memang kita selalu bersama tetapi karena kesalah pahaman semuanya jadi berubah begitu aja, hmm gatau lagi caranya buat kembali lagi kayak dulu. Kangen masa-masa dulu, pas kita lomba bareng, kemana-mana bareng tapi sekarang cuma bisa ketemu doang itupun kalo ketemu kita saling buang muka karena gengsi kita yang tinggi, sebenernya juga gamau kok kayak gini tapi keadaan yang memaksa kita jadi gini.
        Kapan kita bisa kembali kayak dulu? Mungkin emang gabisa jadi sepasang kekasih lagi tapi apa gaada kesempatan buat jadi sepasang sahabat yang tak terpisah? seperti dulu sebelum kita bersama menjadi sepasang kekasih.. Tapi mungkin itu hanya angan-anganku aja, yang tak mungkin bisa tercapai, semuanya sudah berubah. Tak ada lagi kasih sayang yang selalu ia berikan padaku, tak ada hal yang membuatku selalu tersenyum pada pagi hari saat melihat dering handphone berbunyi darimu, tak ada yang bisa menggantikanmu untuk sekarang ini. Aku hanya bisa mendoakanmu untuk mendapatkan yang terbaik. Tetapi aku tak berharap kau mempunyai kekasih lain, karena aku yakin itu akan lebih menyakitkan dari apa yang aku rasakan sekarang. Maaf aku tak bisa menahan perasaanku... terima kasih untuk dulu kau yang pernah ada

Sumpah Pemuda

 

Sumpah Pemuda

Meski diperingati setiap tahun dan hampir seluruh kalangan mengetahui bahwa 28 Oktober adalah Hari Sumpah Pemuda namun masih sedikit sekali yang mengetahui sejarahnya bagaimana tanggal 28 Oktober tersebut ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Mungkin mereka gak tau tuh arti sumpah pemuda yang sesungguhnya. Sebenernya arti sumpah simple banget kok, artinya cita-cita untuk menyatukan organisasi para pemuda dalam satu komunitas yang berkumpul untuk membentuk suatu kelompok atau komunitas yang sama-sama mewujudkan cita-cita khususnya untuk bangsa Indonesia. Itu aja kok artinya, simple kan?  Ayo bangkitin jiwa pemuda kalian untuk majuin bangsa kita sendiri yaitu Indonesia. Dan kalian pemuda satu dengan lainnya harus saling mendukung jangan membedakan satu sama lain kita semua sama. Hanya mungkin dari gaya bahasa, agama dan lain lain selebihnya kita sama kok

Maka dari itu, mari kita tetap bersatu. Apapun etnismu. Apapun bahasa daerahmu. Apapun warna kulitmu. Apapun agamamu. Apapun sukumu. Mari tetap senantiasa mengatakan :
Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yaitu : I...D...O...N...E...S...I...A